Anda cacat tubuh, anda butuh keterampilan

15 12 2009

Apa yang saya tulis ini adalah pengalaman saya sendiri sebagai penderita cacat polio sejak umur 2 tahun. Dalam tulisan ini tidak ada niatan saya untuk sombong, hanya sekedar berbagi dan saling memotivasi sebagai sesama penderita cacat. Hal yang menjadi beban bagi siapapun yang menderita ataupun yang mempunyai anak cacat adalah bagaimana cara dia kelak untuk mandiri ketika semua orang terdekat kita yang menyayangi dan peduli pada kita selama ini telah pergi. Apakah setelah mereka pergi, mentang-mentang kita cacat, kita harus mencari dan “memaksa” orang lain agar kasihan, peduli dan menyayangi kita sebagai orang cacat. Jawabannya mungkin kita semua sepakat yaitu “TIDAK !”.

Alhamdulillah, saya termasuk orang cacat yang beruntung karena bisa mengenyam pendidikan yang cukup tinggi, saat ini saya sudah menyandang gelar SE (Sarjana Ekonomi) dengan jurusan keahlian manajemen. Masalah yang saya hadapi tak jauh beda dengan teman-teman lainnya ketika mereka lulus dari suatu perguruan tinggi, yaitu “mencari kerja” dan mungkin masalah yang saya hadapi lebih berat daripada teman-teman yang lain, yaitu karena saya mempunyai keterbatasan fisik dan dalam persaingan dunia kerja saya sudah kalah satu langkah dari mereka.

Setelah beberapa lama mengganggur, suatu ketika ada sebuah hotel baru di Jember yang membuka lowongan. Akhirnya dengan berbekal gelar SE, saya memberanikan diri untuk bersaing dengan para pencari kerja yang lain, karena untuk jabatan Front Office yang dibutuhkan saat itu adalah Sarjana. Ketika itu para pelamar untuk jabatan Front Office di kumpulkan tersendiri dan tes dilakukan oleh pemilik hotel sendiri. Alangkah terkejutnya kami semua ketika pemilik hotel menegaskan bahwa bentuk tesnya adalah tes bahasa inggris, siapa yang bisa berbahasa inggris dengan aktif dialah yang akan diterima sementara yang pasif harus segera mengundurkan diri. Semula kami berjumlah kurang lebih 50 orang dan setelah ada pernyataan dari pemilik hotel seperti itu segera jumlah kami menyusut hingga kurang lebih 15 orang, dan saya termasuk didalamnya. Setelah tes diadakan akhirnya terpilih 5 orang dan Alhamdulillah saya juga salah satu dari mereka. Selain berterima kasih kepada Allah ada satu hal yang tak henti-hentinya saya syukuri saat itu yaitu kemampuan saya berbahasa Inggris dengan baik, dan dalam hal ini saya berterimakasih pada ayah saya yang sudah mengenalkan bahasa inggris sejak saya TK karena memang beliau dulu adalah guru bahasa inggris dan beliau juga selalu mengingatkan untuk selalu melatih dan meningkatkan kemampuan berbahasa inggris saya. Sudah pasti bila saya tidak bisa bahasa inggris dengan baik saat itu saya pasti masih meneruskan masa menganggur saya.

Saya lalui 3 tahun kerja di hotel dengan suka dan duka, dan pada tahun 2000 saya memutuskan untuk mengundurkan diri karena satu hal yang membuat saya tidak “nyaman” kerja di hotel tersebut. Tanpa ada batu loncatan saya memutuskan untuk mundur dari hotel tersebut dan segera saya menjadi pengangguran lagi. Ditengah kebingungan ada teman yang minta diajari program MS. Office, tawaran saya terima karena memang pada tahun 1996 pada saat Windows 95 pertama dirilis saya di paksa oleh ibu saya untuk kursus. Proses kursus teman saya berlangsung kurang lebih 1 bulan dan sesuai dengan yang disepakati saya menerima sejumlah uang untuk jasa saya tersebut. Akhirnya setelah 3 bulan menganggur datang juga uang ke dompet. Satu lagi hal yang saya syukuri adalah kesediaan saya menerima tawaran ibu untuk ikut kursus komputer. Lagi-lagi keterampilan. Alhamdulillah.

Akhirnya, setelah itu tawaran untuk memberi kursus privat komputer terus berdatangan bahkan bervariasi ke tawaran kursus bahasa inggris. Promosi hanya dilakukan dari mulut ke mulut dan satu hal yang baru saya sadari, ternyata saya sangat menikmati “mengajar”.

Seiring dengan bertambahnya keterampilan yang saya kuasai, saat ini layanan kursus yang saya berikan semakin berkembang. Kemampuan saya dalam memainkan gitar dan piano juga saya tawarkan ke konsumen dan Alhamdulillah saat ini juga sudah jalan. Kemampuan bermusik ini saya dapat dari ayah saya yang dulunya memang pemain band. Ayah menawari cara bermain gitar dan keyboard dulu untuk menghilangkan rasa jenuh saya yang memang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Memang ayah saya dulu hanya memberi dasar-dasar bermusik yang kemudian dengan fasilitas yang disediakan orang tua, keterampilan tersebut saya asah sehingga layak untuk dijual seperti saat ini.

Saat ini disamping memberi kursus privat komputer, musik dan bahasa inggris saya juga mengajar di beberapa SMA dan sebuah SMP di kota saya. Mata pelajaran yang saya ajarkan juga musik, komputer dan bahasa inggris. Satu hal yang selalu saya syukuri ketika merenung adalah ternyata ketidaksengajaan saya belajar beberapa keterampilan ternyata sangat membantu dalam proses kemandirian saya sebagai seorang penyandang cacat. Hal yang menafkahi saya beserta keluarga selama ini malah berasal dari keterampilan yang saya pelajari dengan tidak sengaja dan bukan berasal dari gelar kesarjanaan yang saya capai dengan susah payah selama 4 tahun (ekonomi). Oleh karena itu, kesimpulannya adalah apabila anda seorang penyandang cacat ataupun orang tua yang mempunyai anak cacat maka sedini mungkin dikenali bakat diri anda atau anak anda untuk kemudian setelah teridentifikasi lalu maksimalkan dengan kursus dan sebagainya yang intinya adalah membekali para penyandang cacat dengan keterampilan life skill yang sesuai dengan bakat dan minat mereka. Memang bakat, minat, dan keadaan seseorang tidak sama, tugas andalah yang harus mengukur kemampuan diri dan kemudian berusaha untuk mem-follow up-i hal tersebut. Dari pengalaman hidup saya ini bisa diambil benang merah bahwa selama kita mau berusaha dan berdoa tidak ada yang tidak mungkin.

Selamat mencoba dan berjuang saudaraku, taklukkan dunia dengan segala keterbatasan kita.





Tips mudah mengaransemen lagu

30 11 2009

Secara sederhana definisi aransemen sebuah lagu adalah menambah ataupun mengurangi bagian-bagian dari sebuah lagu. Melakukan aransemen terhadap suatu lagu sangatlah mudah. Konsep dasarnya adalah secara garis besar lagu tetap seperti aslinya, kita hanya menambahkan beberapa improvisasi baik di musiknya (intro, bridge, melodi ataupun penutup) maupun vokalnya. Saya pernah mengaransemen beberapa lagu untuk band sekolah dimana saya mengajar (kebetulan saya adalah pembina band-nya) yang akan ikut festival band, nama bandnya adalah MAGMA BAND. Lagu yang saya aransemen  adalah lagu Kota Santri (Nasida Ria) untuk lagu pilihannya dan Para Pencarimu (Ungu) untuk lagu wajibnya yang kesemuanya saya aransemen dalam musik rock dan alhamdulillah bisa meraih juara. Berikut adalah langkah mudah untuk mengaransemen sebuah lagu :

  1. Syarat paling mutlak tentunya adalah anda sedikit mengerti musik dan harus bisa memainkan dan mengiringi sebuah lagu dengan sebuah instrumen musik (gitar/keyboard)
  2. Pilih sebuah lagu yang akan di aransemen
  3. Tentukan lagu tersebut akan di-aransemen dalam jenis musik apa, apa musik rock, pop, dangdut atau apapun terserah anda.
  4. Misalkan anda memutuskan untuk mengaransemen lagu tersebut dalam musik rock, maka sebelum mulai mengaransemen sebaiknya anda mendengarkan beberapa lagu-lagu rock favorit anda sebagai bahan referensi atau sumber inspirasi untuk bahan aransemen. Insyaallah akan muncul banyak ide untuk menambah ataupun mengganti musiknya.
  5. Jangan lupa untuk menyiapkan alat perekam agar hasil aransemen bisa direkam sehingga  kita tidak lupa dengan hasil aransemen tersebut. Bisa ditulis dengan not angka ataupun not balok, tetapi terlalu lama, kurang efisien.
  6. Selanjutnya hasil aransemen di vonis bagus ataupun jelek tergantung penilaian orang ataupun juri apabila memang lagu tersebut di buat untuk festival.

Selamat mencoba





Tips dan Trik menghadapi NADIA SAPHIRA

30 11 2009

Ada virus baru yang cukup membuat repot para pengguna PC yaitu virus NADIA SAPHIRA. Virus ini lumayan jahat karena mempunyai sifat merusak yang cukup fatal. Ciri-ciri dari virus ini adalah :

  1. Virus ini membuat sebuah folder yang bernama NADIA SAPHIRA dan apabila dihapus maka dengan segera akan muncul kembali.
  2. Virus ini akan membuat komputer berat ketika bekerja.
  3. Yang fatal virus ini membuat komputer tidak bisa di shut-down, sehingga untuk mematikan PC harus menekan tombol power, inilah yang saya maksud bahwa virus ini merusak komputer karena PC tidak di dimatikan dengan cara yang seharusnya dan apabila si pemilik PC tidak menyadari serangan virus ini dan terus menerus melakukan hal ini maka akibatnya hard disk akan cacat/rusak.
  4. CD ROM tidak berfungsi baik ketika dilihat di windows explorer ataupun ketika dimasukkan sebuah cd kedalamnya.

Komputer saya juga tidak luput dari serangan virus ini yang menurut beberapa teman berasal dari Sulawesi dan dibuat dengan program visual basic, Alhamdulillah setelah melakukan beberapa eksperimen sederhana akhirnya si virus bisa dibasmi tuntas dari komputer saya dan CD ROM berhasil digunakan kembali. Adapun hal-hal yang saya lakukan dalam membasmi virus ini dari komputer saya adalah :

  1. Menginstal dan scanning komputer saya dengan anti virus buatan Indonesia sendiri yaitu SMADAV, klik di sini untuk menginstal SMADAV ke PC anda. Setelah mencoba beberapa anti virus yang free baik dari luar negeri maupun dalam negeri (PCMAV) hanya SMADAV yang mampu mendeteksi sekaligus membasminya dengan tuntas.
  2. Untuk membuat CD ROM bekerja kembali maka saya masuk ke bios dengan cara (mungkin ada yang belum tahu) :
  • Me-restart kembali PC saya
  • Setelah restart maka PC akan mati sejenak, dalam keadaan mati ini maka tekan tombol F2 untuk masuk ke bios (di komputer lain bisa juga tombol fungsi yang lain (bukan F2) tergantung dari motherboardnya).
  • Setelah masuk bios maka saya masuk menu boot dan saya melakukan beberapa perubahan yaitu first boot device-nya adalah CD ROM dan second boot device-nya adalah Hard Disk.
  • Setelah di simpan (untuk cara simpan lihat keterangan di dalam bios), maka exit untuk keluar dari bios dan memulai booting windows.

Insyaallah setelah booting selesai maka di windows explorer, CD ROM akan tampak dan bisa digunakan kembali. Selamat mencoba.





Cara saya mengajar pelajaran ekonomi, materi : Memahami Konsep Pendapatan Negara

24 09 2009

Sebagai seorang guru ekonomi, dalam menjelaskan kepada para siswa tentang memahami konsep pendapatan negara (bagaimana sebuah negara dapat melangsungkan kegiatan rumah tangga mereka), saya biasanya memulai penjelasan saya dengan sebuah ilustrasi sederhana.

Ilustrasi yang saya berikan adalah sebagai berikut :

Pak Amir adalah seorang guru ekonomi di sebuah SMA, beliau juga selaku kepala rumah tangga dari seorang istri dan dua orang anak, pertanyaannya adalah bagaimana Pak Amir bisa terus menjalankan roda rumah tangganya. Jawabannya mudah sekali karena beliau menjalankan kegiatan produksi dalam bentuk jasa yaitu mengajar dan Pak Amir mendapat sejumlah pendapatan dari kegiatan produksi jasa mengajar ini dan tentu saja Pak Amir juga melakukan beberapa pengeluaran sejumlah dana.untuk mendanai kegiatan rumah tangganya. Perlu juga di jelaskan bahwa dalam menjalankan kegiatan produksinya Pak Amir juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yang tentu saja akan secara otomatis mempengaruhi jumlah pendapatan yang diterimanya. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah :

  1. Tingkat kebutuhan, sangat sulit untuk menjaga kestabilan tingkat kebutuhan rumah tangga karena faktor yang mempengaruhinya sangatlah komplek.
  2. Sumber daya manusia, apabila Pak Amir bisa meningkatkan kualitas keilmuannya, misalnya pemikiran-pemikirannya dalam bidang ekonomi sangat cemerlang bukan tidak mungkin dia akan diundang untuk menjadi pembicara dalam seminar-seminar ekonomi yang tentunya hal ini akan menambah pendapatan dari Pak Amir.
  3. Keadaan pemerintah, politik dan negara, kita semua tahu bahwa pemerintah belakangan ini sangat memperhatikan tingkat kesejahteraan guru dengan di gulirkannya program sertifikasi baik untuk guru negeri maupun swasta. Hal ini sangat tidak mungkin terwujud apabila keadaan pemerintah, politik dan negara tidak stabil.
  4. dan beberapa faktor yang lain.

Uraian diatas hanyalah inti dari ilustrasi, pada prakteknya bisa berkembang. Setelah selesai kemudian saya keliling kelas dengan memberi beberapa pertanyaan kepada beberapa siswa (sampel) berkaitan dengan ilustrasi yang baru saja saya berikan (agar supaya tambah menarik, pertanyaan saya berikan dengan tambahan gurauan-gurauan segar untuk menambah hidup suasana). Siswa yang saya beri pertanyaan adalah siswa yang menurut saya selama ini saya anggap “kurang” aktif dikelas. Apabila siswa-siswa “kurang” tersebut masih juga kurang memahami maka langkah selanjutnya adalah saya tatap matanya (dia juga saya suruh untuk menatap mata saya) kemudian saya jelaskan secara singkat dan padat tentang ilustrasi tersebut, apabila ada lebih dari satu siswa maka agar lebih efektif mereka saya kumpulkan dan lakukan hal yang sama, Alhamdulillah mereka akhirnya memahami dan yang pasti konsep awal (ilustrasi) bisa terserap 100 %. Langkah awal yang bagus untuk melangkah ke tahap selanjutnya dalam menjelaskan “Konsep Pendapatan Negara”.

Tibalah saatnya untuk menjelaskan kepada siswa tentang “Konsep Pendapatan Negara”. Tetapi sebelumnya saya ambil gitar atau keyboard dan menyanyikan beberapa lagu yang sedang hit saat itu dan bernyanyi bersama-sama siswa untuk menghindari siswa mengantuk dan bosan (karena saya juga seorang guru musik biasanya saya setiap kali mengajar pelajaran membosankan seperti ekonomi ini selalu membawa gitar ataupun keyboard). Setelah keadaan fresh dengan bertumpu kepada ilustrasi “Pak Amir”, maka tidak ada kesulitan yang berarti dalam menjelaskannya. Inti dari penjelasan saya adalah bahwa rumah tangga suatu negara juga sama dengan rumah tangga Pak Amir dalam ilustrasi. Rumah tangga suatu negara juga perlu suatu kegiatan produksi untuk mendapatkan sejumlah pendapatan nasional kemudian membelanjakannya dalam bentuk pengeluaran nasional yang semuanya dilakukan untuk menghidupi seluruh rakyat di negeri tersebut, bahkan untuk mencapai suatu kemakmuran.

Perlu ditekankan kepada para siswa bahwa dalam rumah tangga suatu negara agak sedikit lebih komplek dibanding rumah tangga Pak Amir. Pendapatan nasional merupakan hasil gabungan hasil kegiatan pelaku ekonomi dalam suatu negara yang meliputi :

1. Rumah tangga produsen

    Adalah rumah tangga yang memproduksi barang dan jasa yang kemudian dibeli oleh rumah tangga konsumen sehingga konsumen dapat memenuhi kebutuhannya. Produsen disini adalah baik dari dalam negeri (swasta dan BUMN) maupun luar negeri.

    2. Rumah tangga konsumen

      Adalah rumah tangga yang membeli hasil produksi dari produsen, sehingga dari hasil pembelian barang dan jasa itu produsen bisa terus berproduksi.

      3. Rumah tangga pemerintah

        Rumah tangga pemerintah mendapat pendapatan baik dari BUMN, pajak dan pendapatan lain dalam kaitannya dengan penguasa dan pembuat peraturan disuatu negara.

        4. Rumah tangga luar negeri

          Apabila rumah tangga pemerintah mampu menjamin kenyamanan birokrasi, menyediakan infrastruktur usaha yang memadai dan menjamin stabilitas politik dalam ataupun luar negeri, maka rumah tangga luar negeri merupakan penyumbang pendapatan nasional yang cukup besar lewat investasi mereka.

          Para rumah tangga diatas disamping menghasilkan pendapatan juga tentu saja melakukan sejumlah  pengeluaran. Apabila pendapatan dan pengeluaran tersebut dijumlah dalam suatu periode tertentu, misalnya satu tahun maka terciptalah pendapatan nasional dan tingkat pendapatan nasional suatu negara menjadi salah satu kriteria kemakmuran negara yang bersangkutan. Sama halnya dengan ilustrasi Pak Amir, besarnya produksi nasional juga dipengaruhi oleh beberapa faktor :

          1. Sumber daya alam
          2. Sumber daya manusia
          3. Sumber daya modal
          4. Teknologi produksi dan pengolahan
          5. Keadaan pemerintah dan Negara
          6. Keadaam pasar dan perusahaan
          7. Stabilitas politik dan negara

          Sampai disini selesailah penjelasan materi tentang Konsep Pendapatan Negara. Seperti biasa setelah semua materi inti diatas disampaikan maka tiba saatnya untuk mencari timbal balik dari penjelasan saya tadi kepada para siswa dengan berkeliling kelas dan melakukan tindakan persis seperti saat menjelaskan ilustrasi Pak Amir diatas. Insyaallah dengan cara seperti ini tingkat pemahaman siswa terhadap materi akan terpantau.





          Haruskah penderita polio sekolah di SLB ?

          9 07 2009

          “Haruskah” penderita polio sekolah di SLB ?, untuk menjawab ini mungkin sebelumnya akan saya ceritakan latar belakang pendidikan saya sebagai sesama penderita polio. Awal sekolah saya adalah di TK Pertiwi di kecamatan Semboro (lokasi pabrik gula Semboro-Jember-Jatim) sekitar tahun 1979, 100 % teman-teman saya adalah normal secara fisik. Selama di TK, saya juga mendapat pelajaran sama dengan anak-anak yang lain tidak ada beda, hanya kalau kegiatan yang membutuhkan aktivitas fisik lebih saya biasanya hanya menonton. Hampir semua teman-teman saya menerima saya, ada memang beberapa anak yang sering mengejek kaki saya dengan kata “Si Pincang” tapi tidak saya hiraukan dan akhirnya mereka diam sendiri malah akhirnya jadi teman. Masa SD saya juga saya lalui di SD biasa, tepatnya di SD Negeri II Semboro dari kelas 1-2 dan pindah ke SD Negeri Tanggul Wetan VI dari kelas 3-6, semuanya masih di kabupaten Jember. Selama di SD pun saya rata-rata juga tidak mendapat perlakuan istimewa, mungkin hanya untuk pelajaran olah raga saja ada beberapa materi yang mendapat dispensasi seperti misalnya lari, loncat dan lain-lain. Kebetulan oleh orang tua saya dimasukkan di SD yang banyak ektrakurikulernya dan setelah di tes saya ternyata cocok dengan karawitan (seni musik jawa asli) bahkan beberapa kali saya ikut lomba karawitan tingkat Kabupaten. Masa SD saya lalui dengan sukses dan juga dapat ilmu musik (karawitan). Masa SMP saya lalui di SMP Negeri I Tanggul, saya juga tidak ada dispensasi di SMP ini, kecuali olah raga. Di sini saya mulai mengenal alat musik gitar karena kebetulan ada ekstrakurikuler Folk Song, sehingga hobi musik terus berkembang walaupun di SD saya menggeluti karawitan tetapi intinya sama. 100 % teman-teman sangat menerima saya sehingga saya merasa nyaman sekolah. SMA pun saya lalui di SMA Negeri yaitu tepatnya SMA Negeri 2 Tanggul. Di sini pun saya tidak mendapat perlakuan istimewa, kecuali pelajaran olah raga. 100 % semua teman menerima meskipun saya satu-satunya siswa cacat di SMA itu. Di SMA ini pun pertama kali saya mengenal band dan membentuk sebuah band yang cukup di segani di sekolah dimana personil band lainnya fisiknya normal semua. Posisi bergengsi sebagai seorang “Gitaris” pun saya sandang di band ini. Alhamdulillah masa SMA-pun bisa saya lalui dengan sukses, yang kemudian saya teruskan di perguruan tinggi yaitu Universitas Jember. Perlu diketahui bahwa alasan orang tua memasukkan saya ke sekolah biasa bukan karena anti SLB akan tetapi karena lokasi SLB terdekat adalah di kota Jember dan itu kurang lebih 35 km dari rumah saya dan itu sangat mustahil dilakukan. Akan tetapi dengan tidak dimasukkannya saya di SLB ada hikmah besar yang secara tidak langsung bisa saya petik yaitu :

          • Saya jadi terbiasa bergaul dengan anak-anak normal. Tidak ada rasa rendah diri/minder. Penuh percaya diri. Bahkan saya merasa dibeberapa kesempatan saya merasa menjadi anak normal.

          Rasa percaya diri yang besar inilah yang mengantarkan saya untuk tidak ragu menggapai masa depan. Kuliah di perguruan tinggi dan aktifitas-aktifitas sosial lainnya saya lakukan dengan penuh semangat dan percaya diri. Pekerjaan sebagai seorang guru yang saya jalani sekarang juga saya raih dengan percaya diri. Bahkan melamar gadis idaman-pun saya lakukan sendiri dan Alhamdulillah sekarang sudah jadi istri saya dan telah dikaruniai seorang anak laki-laki.

          Jadi kalau menurut saya dengan berkaca dari pengalaman saya pribadi maka dalam kaitannya dengan perlukah seorang penderita polio bersekolah di SLB maka jawaban saya adalah :

          • Walaupun kondisi fisiknya kurang akan tetapi selama anak tersebut bisa berfikir secara normal dan  (maaf) tidak tuna netra maka anak tersebut menurut saya tidak harus sekolah di SLB.
          • Kalau memang memilih sekolah umum maka usahakan memilih sekolah yang banyak kegiatan ekstra kurikuler-nya karena hal itu akan sangat bermanfaat sekali untuk masa depannya dan orang tua harus mendukung dan memfasilitasi sepenuhnya.

          Sekali lagi untuk orang tua yang anaknya menderita polio dan rumahnya jauh dari SLB maka jangan berkecil hati, sekolah umum-pun cukup, asal jangan lupa bakat-bakatnya terus digali, setelah ketemu didukung dan dikembangkan karena sekali lagi, insyaallah kelak akan bermanfaat untuk masa depannya. Sukses.





          Tips memilih gitar elektrik harga 700-an

          7 07 2009

          Gitar elektrik sekarang bukan barang mewah lagi, di toko musik resmi harga gitar elektrik paling murah tapi masih standar berkisar 700 ribu-an, tapi apabila memutuskan untuk membelinya maka kita harus teliti dalam memilihnya. Berikut adalah tips-nya :

          • Jangan pedulikan merek karena merek apapun selama masih harga 700 an tidak berpengaruh (sama kualitasnya)
          • Pastikan neck tidak bengkok
          • Mainkan melodi (pakai do, re, mi dst. aja) mulai dari pangkal neck sampai ujung neck, pastikan jangan sampai ada yang fals sedikitpun.
          • Mainkan cord mulai dari pangkal neck sampai ujung neck jangan sampai ada yang fals.
          • Pastikan fret terasa empuk
          • Periksa tombol-tombol potensio jangan sampai ada yang cacat
          • Periksa cat body gitar keseluruhan
          • Mainkan dengan memakai amplifier sekalian dengan efek gitar rasakan suaranya
          • Selebihnya tergantung yang main

          Selamat mencoba !





          Cara Mudah Menghafal Not Angka di Keyboard & Piano

          7 07 2009

          Selama ini saya menekuni berbagai profesi diantaranya adalah mengajar privat piano dan keyboard. Untuk membuat siswa bisa hafal letak not balok baik di keyboard maupun piano tanpa tergantung tulisan angka di tuts maka langkah yang saya lakukan adalah :

          1. Jangan menulis angka apapun di tuts, apabila ada hapus segera.
          2. Kemudian dengan menggunakan nada dasar C, berilah petunjuk kepada siswa tersebut letak d0 (1), re (2) dst. di tuts.
          3. Setelah di rasa bisa maka saya menunjuk beberapa tuts di keyboard atau piano dan siswa diharuskan menebak not apakah yang saya tunjuk tersebut.
          4. Kemudian siswa saya suruh berlatih menebak not sendiri dengan metode tebak cepat.
          5. Hanya dalam waktu 30 menit siswa hafal letak not-not tersebut.

          Cara ini sudah saya praktekkan dan sukses. Selamat mencoba








          Ikuti

          Get every new post delivered to your Inbox.